Intro

Wooow, lamanya gue ga nge-posting. Kangen pengen nulis dan rutin nulis, tapi apa mau dikata, waktu tidak bisa diputar kan. Ya sudahlah, yang penting sekarang gue nulis lagi. Oh ya gue pengen share kejadian minggu kemarin, tempat gue kerja yang di Bekasi kebakaran. Bukan bakar-bakar sampah atau kain (pabrik garmen) tapi 1 gedung produksi terbakar, hancur gosong semua. Jadi tempat gue kerja itu terdiri dari 3 gedung, 1 gedung untuk fabric warehouse, 1 gedung untuk finished good warehouse dan 1 gedung paling besar untu produksi (proses cutting, sewing dan packing baju serta kantor). Gedung yang paling besar inilah yang terbakar.

Kejadiannya hari Minggu/ 7 Oktober 2011 sekitar jam 4 atau 5 sore. Gue dapat kabar dari grup bbm kantor gue. Ada yang ngepost kalau sore itu pabrik gue kebakaran. Alhasil teman yang rumahnya dekat pabrik langsung nyamperin TKP untuk mengkonfirmasi kebenaran kabar itu. Seketika tiba di tempat, teman gue itu langsung membenarkan kabar tersebut dan nge-post foto-foto kebakaran. 25 mobil kebakaran dikerahkan untuk menghentikan jilatan api untuk terus menjalar. Tetapi telat, 1 gedung sudah habois terbakar, untungnya 2 gedung lainnya dapat diselamatkan. 

Kantor yang menyimpan banyak data ikut habis. Alhamdulillahnya bagian gue udah pindah kurang lebih sebulan yang lalu ke cabang yang berada di KBN, Cakung. Alhasil data-data gue safe dari musibah tersebut. Tetapi lain halnya dengan bagian lain yang harus mulai dari awal mereka data-data mereka. 

Okeh cukup tentang musibah tersebut, untuk masalah postingan mungkin kedepannya gue akan lebih banyak post tentang film yang gue tonton. Yah sedikit sotoy buat nge-review film gapapa kan?! Okeh, berikutnya review The Mist, The Prestige dan Let Me In.

Uneducated People

Senin, Juli 25, 2011 Written by Ambharr 0 komentar
Do you know caranya membedakan orang yang berpendidikan dan yang tidak? Misalnya ketika elu menemukan ada seseorang yang masih saja menghisap rokoknya saat dia berada di angkutan umum. Orang yang ‘berpendidikan’ tidak akan bertindak bodoh (cenderung ke arah tolol) seperti itu. Orang yang berpendidikan tentunya akan mematikan rokoknya saat dia akan menaiki angkutan umum. Tentunya yang gue maksud dengan ‘berpendidikan’ bukan apakah seseorang itu belajar sampe S2 atau S3, disini yang mau gue maksud adalah elu ga perlu semua itu untuk jadi berpendidikan. Lu bisa cuma lulusan SD tapi selama lu hidup elu mampu menyerap semua hal baik yang ada dan bertingkah selayaknya manusia yang saling menghargai manusia lainnya.

It happened to me. This afternoon i faced an uneducated person. He was yelling at me in front of many people. Yes, i made a mistake, but i have an explanation. He didn’t listen to me at all. So what did i do? I remaind silent, i kept listening his yells. I knew that arguing with him would make worst the situation. He is uneducated person and im an educated, i won’t deal with people like him. After he finished with his anger, i went stay away from him. I stayed cool. Yeah it hurted, but i knew i had to go on. I didn’t want anybody see me in sadness.

But after that i had to face him again, because my business wasn’t finish yet. So i met him again, and u know what? He said “you’re not mad to me huh, you know that we all are working together, so we have to cooperate” in good condition, like never was happened before. Apa gue ga salah denger, udah seenaknya lu marah-marah ke gue, sekarang lu baik-baikin gue?! T*i kuda, tit*t kambing!

Gue ga muna bilang bahwa gue masih suka berbuat hal yang ga baik tapi dalam hubungan sesama manusia gue punya batasan. Gue ga akan pernah membuat malu orang lain di depan banyak orang (kecuali untuk urusan lucu-lucuan dan orang itupun mengerti akan hal itu). I treat people nicely sesuai dengan batas kebisaan gue. There’s so many people out there. But you know, there’s just a bunch of kind people. So which side are you part of?

Babel dan Buried

It's been a long time since my last post. It's a cliche, tapi kerja emang sangat merampas waktu gue. Setelah kurang lebih 9 bulan bekerja di PT. WI (inisialnya ajah dah), bosan mulai terasa. Same activities, same partners, same place and same problems. Weekend adalah waktu yang sangat berharga, karena disini gue bisa bebas. Bebas ga nyisir, bebas pake apapun dan bebas ngapain ajah, kapan ajah. Ok, cukup curhatannya. 

Di postingan kali ini gue pengen ngebahas film yang baru gue tonton yaitu Buried dan Babel. Jadi Sabtu kemarin, karena weekend ini niat dirumah aja dan lagi engga pengen melakukan aktivitas apapun (gue anggap nonton bukan aktivitas karena isinya cuma telentang dan memperhatikan layar) gue sewa dvd. Setelah memilih-milih, pilihan gue jatuh ke Buried dan Babel. 

Buried dibintangi oleh Ryan Reynolds. Sesuai dengan judulnya, buried menceritakan tentang seseorang yang dikubur idup-idup. Paul Conroy (Ryan Reynolds) adalah seorang supir truk yang tengah bekerja di Irak. Konvoi truk perusahaannya diserang oleh pasukan Irak. Seketika Paul sadar, dia sedang berada di sebuah peti mati. Bingung dengan keadaannya, Paul berusaha bertahan dan memperjuangkan hidupnya di dalam peti tersebut.
Paul sadar bahwa dirinya adalah korban penyanderaan sekelompok orang tertentu lewat sebuah Blackberry yang ada di dalam peti. Dari Blackberry tersebut Paul dapat menghubungi beberapa orang tertentu untuk mencari pertolongan (untung ada sinyal di dalam, katanya si karena dikuburnya ga terlalu dalem). Tetapi karena Paul sendiri tidak tahu pasti dimana lokasi dirinya dikubur, maka orang yang ingin membantunya sulit untuk mencarinya. Kemudian Paul berhasil berhubungan dengan penyanderanya (lewat Blackberry nya). Paul dipaksa untuk membuat video penyanderaan, yang kemudian di uplod oleh si penyadera ke Youtube demi mempelancar agar si penyandera mendapat uang yang dipintanya dari kedutaan.
Kurang lebih 90 menit kita di sajikan penampilan solo Ryan Reynolds yang terkurung di dalam peti. Lalu apa film ini membosankan? Kata gue sih engga. Gue terbawa ke perasaan Paul yang depresi menghadapi si penyanderanya yang gila, penyesalannya kepada ibunya dan istrinya karena pergi ke Irak, sampe rasa putus asanya di saat klimaks. Film ini gue bilang cukup bagus, buat elu yang belum nonton jangan ragu untuk memilih film ini jika bingung mau nonton film apa di rumah. Jadi apa Paul Conroy dapat keluar dari peti mati yang mengurungnya, atau peti mati tersebut memang akan menjadi peti matinya? Sebaiknya elu nonton sendiri.

The next movie is Babel. 4 stories in 3 different continents that connected. Cerita pertama yaitu pasangan Richard Jones (Brad Pitt) dan Susan Jones (Cate Blanchett) yang sedang berlibur di Maroko. Tragedi terjadi ketika Susan tertembak di dalam bus yang mereka tumpangi. Mereka mencari pertolongan di suatu desa di antar keterbatasan daerah terpencil. 
Lalu ada kisah satu keluarga Maroko. Si ayah baru saja membeli sebuah Rifle (senjata laras panjang) untuk membunuh serigala yang suka memakan ternak kambingnya. Si ayah ini mempercayakan pekerjaan menggembala kambingnya kepada kedua anak lelakinya sehingga dia memberi mereka Rifle tersebut untuk membunuh serigala yang mendekati kambing mereka. Dan tentu saja kelabilan mereka (masih abg soalnya) membuat mereka terjurumus kedalam suatu kasus penembakan.

Selanjutnya kisah dari tanah kelahiran Doraemon (Jepang). Tentang seorang perempuan SMA yang haus kasih sayang (ceileeeh). Disini karena kekurangannya dia merasa selalu rejected. 

Dan yang terakhir adalah kisah seorang pengasuh anak asal Mexico yang mengasuh anak dari si Richard dan Susan. Karena tragedi yang menimpa Susan di Maroko, pengasuh tersebut terpaksa mengasuh kedua anak si Susan, padahal dia harus menghadiri pernikahan anaknya di Meksiko. Akhirnya dia mengambil keputusan untuk mengajak kedua anak asuhnya untuk ikut ke Meksiko. Ketika pulang menuju Amerika suatu kejadian menimpa mereka yang mengakibatkan si pengasuh dan kedua anak kecil tersebut terdampar di gurun perbatasan Amerika dan Meksiko.

Yang menonjol disini menurut gue akting dari si gadis SMU jepang, dengan tampang innocentnya ternyata doi bisa liar demi mendapat perhatian lho, terus gue juga kasihan banget liat si pengasuh yang terdampar di gurun dan menggendong2 anak kecil asuhannya. Jadi bagaimanakah akhir dari keempat kisah tersebut? Bagaimanakah setiap cerita saling berhubungan? Sebaiknya lu tonton sendiri karena pasti ga akan asik kalo endingnya diceritakan disini. So langsung sana cari kedua film ini.

D

Jumat Jumat, Mei 27, 2011 Written by Ambharr 4 komentar
Between logic and sense.
It makes no sense. It's no logic.
All i know is i love being with you.
Your face, your laugh, your smile, your touche really drive me crazy.
You like my morphine.
You give me strength.
You make me fly.
It's only you D. The one who always on my heart.

Tik Tok Tik Tok

Senin Senin, Mei 23, 2011 Written by Ambharr 2 komentar

Hi, D! How are u? It’s been a long time huh?! Two weeks likes two months. I already miss u a lot. There are so many things that i want to share with u. My cousin has passed away. She’s just 29 years old and has 1,5 years beautiful daughter. She had tumor and it made her sick. Maybe it’s the best way for her to be unsick again. May her rest in peace now. U know D, it reminds me something. That life is short. Too short. Maybe when u think that it’s just the beginning the truth is that’s the end. I begin to talk about our complicated life D. Not only yours or mine. But people’s life. Time becomes so fast lately. I have grew up and become older. Many things i want to do D, before im too old. But im too afraid to take the first step. What do i have to do D? Should i take risk and just be spontanious? Honestly im afraid D. Im afraid that i run out the time and couldn’t do that. If that happpens, i will regret myself.

127 Hours : Kisah Menakjubkan Aron Ralston

Apa yang kamu lakukan ketika terjebak di suatu celah pengunungan dengan tangan terjepit batu trus persediaan air dan makanan yang sedikit? Itulah kejadian yang dialami oleh Aron Ralston. Seorang pemuda yang hobi menjelajah. Suatu hari dia pergi untuk menjelajahi celah-celah sempit daerah canyon Utah. Tanpa memberitahu siapapun dia pergi sendirian.
Dalam perjalanan dia bertemu dengan 2 gadis pendaki tersesat, yang kemudian dia pandu. Setelah sampai di tujuan kedua gadis tersesat tersebut dan bermain sebentar,  mereka berpisah karena Aron ingin melanjutkan perjalanannya. Tak lama setelah itu terjadilah kejadian yang menjadi poin utama dari film ini. Ketika sedang asik berjalan siantara celah sempit, Aron terjatuh, dan tangan kanannya terjepit batu yang lumayan besar.

Disinilah perjuangan untuk memepertahankan hidupnya teruji. Dengan persediaan makanan yang sedikit dan air minum yang makin menipis, Aron berusaha untuk tetap bertahan. Belum lagi dengan cuaca dingin dikala malam hari. Aron melewati 127 jam dalam keadaan mengenaskan dengan hebat. Ketika air minumnya habis dia terpaksa minum urinenya sendiri. Begitu pula ketika malam, cuaca yang sangat dingin itu dilawannya dengan membebat tangan, kakinya dengan tali yang dibawanya.
 
Okeh, lalu bagaimanakah akhirnya apakah Aron sanggup bertahan melewati 127 jam tersebut dalam hidupnya?? Ataukah dia akan kalah dengan kekuatan alam?? Yang pasti menit-menit terakhir film ini sangat menakjubkan dan bikin ngilu. Film ini merupakan adaptasi dari kisah nyata. James Franco yang memerankan Aron sangat keren disini. Kamu ga akan bosan melihat dia meraung-raung kesakitan. Belum lagi ekspresi depresi serta penyesalan atas kejadian-kejadian yang dialami sebelumnya (maklum gimana sih perasaan lu ketika sadar bahwa nyawa lu sedang kejepit). Film ini emang wajib ditonton.

Japan Tsunami and Earthquake

Yesterday, Japan was hit by a superb great tsunami. I have been watching the news about it and feel so sad for the victims. The magnitude of earthquake reached 8,9 richter scale. Wow it was the biggest eathquake that happened in Japan. I remembered that when tsunami hit Aceh. The richter scale was 8.5.

I hope that the aid delivered quickly to the victims and Japanese people are given strength by God to over this disaster.

Our mother nature was angry once again. As the result many lives was taken. Give us more time God, to proof that we can change.

Narsis

Sekali-kali boleh narsis.

What's Up With Me??????

Lama nya gueeee ga posting, akhirnya gue gerah juga dengan kata saya. Sekarang dah mulai kerja, penggunaan kata 'gue' terbatas. Masa ngomong gue sama manager 'bu, gue dah ngerjain tugas nya niyyy', atau 'bu gue pengen gigit bokong ibu' walah bisa-bisa bibir gue pindah ke belakang karena di gampar bolak-balik.

Oke, mengenai pekerjaan baru dan dunia kerja baru gue. Gue sangat bersyukur dapet kerja di bidang ini. Walau gaji nya ga gede kayak teman-teman gue, tapi banyak hal baru yang bikin gue seneng. Jujur gue mesti belajar dari awal lagi, dari nol, ibarat anak 3 tahun yang disuguhin video bokep, ga tau mau ngapain dengan video itu (perumpaan yang cukup aneh). Tapi..... gue seneng karena kerjaannya ga hanya ngendon di dalam kantor. Dari senen sampe Kamis keling pabrik, mulai dari daerah Bekasi sampai Sukabumi. Jadi banyak kenal orang, dan bisa cuci mata (apalagi klo ke Sukabumi, di sana gunung di sini gunung, tengah-tengah jurang).


Nah itu kelebihannya, bagaimana dengan kekurangannya? Klo ke Sukabumi atau Purwakarta pasti pulang malem, pernah pulang jam 11 malem, nyampai rumah udah ga bisa ngapa-ngapain lagi.

Okeh, akhir kata sampeee saat ini gueee masih berminat dengan company ini. Yah mungkin gue akan menimba ilmu dulu di sumur ini, dan berharap bisa sukses. Aminnnnnn (doakan anakmu mom biar bisa menaiikan haji dikau).

Boril Peterpan

Saya adalah pecinta musik. Semua lagu dari berbagai jenis aliran, saya dengarkan. Baik lagu luar negeri ataupun dalam negeri. Saya ga punya lagu / band/ penyanyi favorit tertentu. Tergantung dari mood saat itu, jika moodnya asik, ga mendung, dan suasana hati lagi ceria maka saya akan mendengar lagu-lagu yang nge-beat, nah apabila suasananya lagi mendung, dan hati saya lagi menye-menye maka saya akan menyetel lagu-lagu slow. Bisa dibilang koleksi lagu slow saya sangat berbanding jauh dengan lagu yang nge-beat, dan itu memang berarti saya adalah orang yang jarang sedih.

Oke, cukup ngomongin playlist lagu-lagu saya. Topik utama dari postingan saya kali ini adalah kasusnya Ariel Peterpan (or Peterporn ya?!). Jujur saya suka dengan lagu-lagu dari band Peterpan. Nada dan liriknya simpel dan mudah diingat. Lagu Peterpan cocok didengarkan dalam segala suasana. Saya kagum dengan kepintaran si Ariel dalam menciptakan lagu (juga wajahnya yang caem itu). Tetapi saya terusik dengan kasus yang melibatkan Ariel, LN, dan CT. Apalagi kemarin, saya benar-benar muak ketika melihat tayangan infotainment (ya benar sodara-sodara, saya meNONTON infotainment) yang memperlihatkan dukungan dari artis-artis agar Ariel diBEBASkan.

Jujur saya ga tahu apa yang ada dipikiran mereka. Pengen rasanya saya menabok bibir-bibir orang yang bicara begitu.

Bukannya saya kolot atau kuno. Tapi bukannya mendukung pembebasan Ariel sama saja dengan memandang wajar orang yang melakukan praktek free seks?! Atau memang artis-artis ibukota sudah lumrah dengan hal tersebut??

Ada yang bilang yang salah adalah orang yang menyebarkan video-video tersebut. Tetapi apakah lantas orang yang membuat video tersebut mesti bebas dari kesalahan? Apajadinya generasi muda negeri ini, dimana Artis idola atau panutannya memandang wajar tentang hal tersebut.

Menurut pendapat saya, si pembuat (pelaku) video adult tersebut mesti diproses dan dihukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Agar setidaknya, orang-orang tahu bahwa perbuatan (free seks) itu benar-benar dilarang, dan tidak ada yang mencontoh perbuatan-perbuatan tersebut.

Saya benar-benar terdengar seperti emak-emak ya?! Yah mau gimana lagi dari awal kasus ini saya sudah kecewa dengan ketiga orang yang ada di video tersebut. Saya seperti fans yang terhianati (cielah).



--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Di umur yang makin tua ini saya mencoba untuk mengganti kata gue dengan saya dalam posting di blog. Mudah-mudahan kedepannya saya jadi makin dewasa dalam berkata dan bertindak. Salam