Tampilkan postingan dengan label fact. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fact. Tampilkan semua postingan

Perjuangan 4 Tahun

Lama ga buat postingan baru, yah karena sibuk (asli loh, ga dibuat-buat). Mulai persiapan bikin skripsi, dapet DP yang belum kenal sama sekali, trus dikasih tema skripsi tentang SIA (yang mana merupakan pelajaran yang paling gue ga ngarti), bolak-balik bekasi-depok untuk ketemu DP, sempet takut ga selesai tepat waktu, sampai akhirnya skripsi gw di Acc DP gue tercinta (akhir-akhir ini gue jadi bersyukur banget dapet DP dia, walau awal-awal ngeselin). Lanjutlah ke tahapan sidang yang jatuh pada tanggal 19 September kemarin. Berbagai perasaan campur aduk, mulai dari deg-degan, nervous, sampe PD (yang ini di buat tampak PD, didepan anak-anak yang dapet sidang seruangan dengan gue). Saat sidang yang nguji gue lumayan teliti, nanya-nanya berbagai macam, mulai dari prakteknya sampe teorinya. Berkat doa nyokap gue berhasil menjawab (walau ada beberapa yang ngga masuk ke persoalan yang ditanyakan). Trus sampai waktu pengumuman, eh ternyata lulus bo!!! Gilingan cing, gue lulus!!! Setelah perjuangan dan doa yang terus dipanjatkan, akhirnya gue lulus!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Terimakasih buat Mama dan Papa tercinta, yang terus berdoa demi kelulusan anakmu ini. Adikku yang marah-marah karena namanya ga gue tulis di kata pengantar skripsi gue (padahal udah gue tulis adikku tercinta, tapi doi tetep ngotot mau namanya ditulis), terimakasih karena sudah bersedia nemenin gue ketemu DP beberapa kali. Sepupuku Herry dan Sherly yang telah memberikan penerangannya dalam penyusunan skripsi ini dan telah menunjukkan perusahaan yang bisa gue jadikan objek penelitian skripsi ini. 

Tidak lupa buat teman-teman gue, Tuti (Gile dari SMA kita barengan trus ye, lulus kuliah pun kita barengan), Selly (ayo cepetan daftar wisudanya), Novi dan Debby (semangat buat sidangnya, kalian pasti bisa). Trus ada temen-temen lab Akdas Lisna, Wita, Inel dan Rita yang selalu ada buat bertukar pikiran (walau gue yang sebenarnya banyak nanya). Kemudian Nila dan Berlian teman seperjuangan satu DP (mau ngasih apa ke pak imam??). Selanjutnya ada Irma, Dina dan mba Lia yang telah bersedia meminjamkan buku-buku SIA-nya. Lalu teman-teman EB angkatan 2006 yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terimakasih atas bantuannya.

Buat semua, mari kita lanjutkan perjuangan ini. Buat yang sudah lulus, ini bukanlah suatu akhir, ini adalah suatu permulaan yang baru buat kita, ayo kita maju terus kedepan. Buat yang belum, terus berjuang, jangan pernah menyerah, buktinya gue yang urakan ajah bisa, ayo tunjukkan kalo kamupun bisa!! Semangat terus, karena semua akan ada titik indah dari perjuangan yang telah dilakukan. Semangat!


Tahi Lalat Bukan Tahinya Lalat

Sabtu Sabtu, Mei 01, 2010 Written by Ambharr 1 komentar
Di badan gue ada banyak banget tahi lalat, di tangan kanan ada 5, di tangan kiri ada 3, belum lagi di wajah, leher, punggung, dan di tempat lainnya. Hal tersebut bikin gue bertanya-tanya tentang tahi lalat, apa sih tahi lalat, dari mana asal mulanya. Nah dari pencarian gue akan tahi lalat didapatlah penjelasan berikut ini.

Tahi lalat dikenal dalam istilah medis sebagai nevus pigmentosus, merupakan tumor jinak pada kulit yang paling umum dijumpai pada manusia. Tumor jinak ini yang khas adalah berwarna gelap, sebagian besarnya menetap, sebagian lain terus membesar sehingga kadangkala mengkhawatirkan si empunya. Memang sebagian besar tahi lalat didapatkan sejak lahir, tetapi tahi lalat dapat pula baru muncul saat dewasa dan umumny dalam kasus ini pemicunya adalah kontak yang sering dengan sinar matahari. Tahi lalat secara umum tidaklah berbahaya, dan biasanya hanya menimbulkan keluhan kosmetis. 

Tetapi tahi lalat dapat pula pada suatu waktu berubah menjadi kanker (keganasan) yang disebut melanoma maligna, sehingga pengenalan dini gejala perubahan ini wajib diketahui oleh yang empunya tahi lalat. Beberapa kriteria suatu tahi lalat beranjak menjadi ganas adalah ; dalam beberapa waktu terakhir bertambah besar dengan cepat, terjadi perubahan warna ke arah lebih gelap, bentuknya menjadi tidak beraturan lagi, jaringan kulit di sekitarnya meradang kemerahan, tahi lalat mudah berdarah jika tersenggol serta munculnya keluhan seperti gatal dan perih. Jika hal semacam tersebut dialami, maka sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter kulit atau bedah supaya dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Seringkali perubahan menjadi ganas disebabkan karena iritasi berulang pada tahi lalat seperti sering tertekan, dipencet-pencet, lecet atau tergesek (misalnya tahi lalat di punggung oleh baju yang sempit).

Setelah baca ternyata serem juga ye, ada tahi lalat yang bisa jadi ganas (seganas macan ga ye??). Mudah-mudahan diantara tahi lalat gue yang banyak kaga ada yang berubah jadi ganas ye. Tapi setelah menjelajah berbagai situs tentang tahi lalat, ada hal yang menarik, nih baca :
Mulai sekarang bagi yang mempunyai tahi lalat jangan resah lagi. Karena, menurut penelitian yang dilakukan peneliti Inggris, makin banyak tahi lalat seseorang maka, proses penuaan akan semakin lambat. Seperti yang dikutip dari geniusbeauty.com, tahi lalat ternyata juga bisa dijadikan indikator penuaan.

Hal itu diketahui setelah para peneliti melakukan penghitungan tahi lalat pada tubuh 900 responden. Tidak hanya dihitung jumlahnya tetapi juga diukur panjang telomeresnya, yaitu fragmen terakhir dari kromosom yang melindungi DNA (deoxyribonucleic acid) atau asam deoksiribonukleat pada tubuh kita dari kerusakan.

Panjang telomeres, secara umum bisa dijadikan indikator utama dalam melihat proses penuaan dalam tubuh. Bisa dikatakan, semakin panjang telomeres, proses penuaan semakin lambat. Peneliti menemukan seseorang yang memiliki lebih dari 100 tahi lalat pada tubuhnya, lebih muda enam hingga tujuh tahun.

Penemuan ini cukup mengejutkan mengingat tahi lalat dikenal sebagai salah pemicu kanker kulit atau melanoma. Fakta lainnya, menurut salah satu peneliti, Veronique Bataille, jumlah tahi lalat di wajah yang cukup banyak, akan mengurangi resiko seseorang terkena tumor ganas, penyakit degenaratif, peradangan sendi dan penyakit jantung.

Wow, keren ga?! Makanya guys banyak-banyakin punya tahi lalat. Hhaha.