
Sinetron indonesia makin kesini makin sangat menjemukan. Sinema eletronik ini lama- lama bisa membuat stress, dan depresi. Knapa?? Ceritanya itu lho yang kaga ada abisnya. Selalu dan selalu di panjang- panjangin episodenya, lihat aja salah satu sinetron yang sudah sampai season 5. Sumpah bikin enek dan emosi jiwa. Ga masalah sih klo ceritanya nyambung dan ga ada kesan 'maksa', tapi kebanyakan dari sinetron yang sudah ber-episode lebih dari 50 ceritanya sangat dipaksakan buat di panjangkan.
Ratingnya yang bagus, merupakan salah satu alasan suatu production house langsung memperpanjang episode sinetron tersebut. PH cuma ngeliat keuntungan dan menomor-duakan kualitas sinetronnya. Jujur gw paling benci sama sinetron yang kayak gini, udah ceritanya mulai ngawur, akting pemainnya juga ancur. Males nontonnya cuma buang- buang waktu.
Belum lagi masalah sinetron yang banyak menyontek cerita dari serial luar negeri. Bukan hanya sedikit tapi banyak pisan, sampe susah ngitungnya. Lihat aja sinetron Terdampar yang nyontek serial Lost. Trus sinetron- sinetron yang ceritanya di ambil dari serial korea, gua sampe heran apa penulis skenarionya ga malu ya? Ngejiplak karya orang, udah umum dalam dunia pe-sinetronan. Ckckck..
Nyokap dan bokap gua, selalu terjadwal bahwa setiap malam harus menonton Safa dan Marwah. Kalo udah nonton tuh sinetron pake emosi dan teriak- teriakan segala. Gua ajah udah stress ngeliatin mereka yang nonton, apalagi kalo gua juga ikutan nonton tuh sinetron, tar disangka ada pertengkaran dalam rumah tangga lagi.
Nah jadi daripada nonton sinetron- sinetron yang ga jelas itu, gua rasa mending nonton opera van java, yang ancur dan bikin ketawa.
Posted in
mind,
nonton

I really like this movie, emang nih film ga masuk akal yaitu tentang seseorang yang lahir sebagai orang tua namun sepanjang hidupnya menjadi semakin muda, tapi alur cerita-nya bagus banget. Sinematograpi-nya keren mampus. Akting Brad Pitt sama Cate Blanchett natural abis. Nih film favorit gua sampai saat ini. Film yang berdurasi kurang lebih 2,5 jam (lama beud ya) ini di adaptasi dari novel guys. Life isn’t measured in minutes, but in moments adalah tag-line dari film ini. Keren kan?! lu yang belum nonton nih film wajib dan kudu nonton, klo engga entar bakalan nyesel.
Neh gua ceritain sedikit, Benjamin Button dilahirkan dalam keadaan abnormal dimana mengalami keadaan fisik layaknya orang lanjut usia berkembang menjadi seorang balita(woooow). Awalnya memang tidak terlalu mengganggu dirinya dengan keadaan seperti itu. Namun seiring dengan perjalanan hidupnya yang menemukan perasaan cinta di dalam hatinya lambat laun menimbulkan masalah tersendiri(yaiyalah lu makin muda pacar lu makin tua).
Berawal dari lahirnya anak dari si benjamin dan istrinya yang kemudian menimbulkan dilema bagi seorang Benjamin Button. Ada keinginan agar anaknya nanti tidak mengetahui akan keadaan ayahnya yang sebenarnya. Tapi di lain sisi ada perasaan kasih sayang yang cukup besar terhadap istri dan anaknya. Akhirnya sebuah keputusan mesti diambil untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Mau tau kelanjutannya?? Ya nonton lah!!!
Posted in
film,
nonton